iden

Presiden Komite Olimpiade Brasil (COB), Carlos Arthur Nuzman tiba di markas besar Polisi Federal di Rio de Janeiro, Kamis (05/10). (Foto Reuters / Bruno Kelly)

ZURICH ● Departemen Kepolisian Federal Brasil menangkap Ketua Komite Olimpiade Tingkat Nasional (COB), Carlos Nuzman, Jumat (7/10) atas tudingan sebagai skenario patgulipat pembagian suap, dan turut menjerat Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk penunjukan tuan rumah Olimpiade 2016.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjelaskan bahwa atlet Brasil tidak akan terpengaruh perihal skandal tersebut, dan Tim Brazil tetap akan mengikuti Olimpiade musim dingin tahun depan di Pyeongchang.

Carlos Arthur Nuzman (75) ditahan bersama Leonardo Gryner, mantan direktur Komite Olimpiade Nasional (COB), karena dituding mengatur sejumlah dana suap lebih dari dua juta dolar AS atau sekitar Rp26,9 miliar agar IOC memilih Rio de Janeiro sebagai tuan rumah Olimpiade 2016, berikut korupsi dan pencucian uang.

Menurut IOC, Nuzman akan kehilangan segala haknya, dan dia akan ditarik dari komisi koordinasi Olimpiade 2020 di Tokyo.

Keputusan tersebut disambut baik oleh anggota IOC Richard Peterkin, yang telah berulang kali mengkritik kepemimpinan IOC dalam beberapa bulan terakhir karena dianggap belum tuntas dalam penanganan beberapa kasus korupsi yang melibatkan internal anggota.

"Itu harus dilakukan," kata Peterkin, seorang anggota IOC dari St Lucia, ia juga memposting di akun Facebooknya, "Bukti sudah cukup, adapun diantaranya hal-hal yang memberatkan."

Sementara itu, COB di Rio de Janeiro belum bersedia menyampaikan keterangan resmi ketika dihubungi oleh Reuters.

Presiden IOC Thomas Bach, pada Agustus 2016 memberikan penghargaan tertinggi untuk COB, khususnya kepada Nuzman atas prestasinya di Olimpiade Rio.

Seperti kalimat dikutip dari Jakarta Globe, Nuzman adalah pejabat terakhir yang terlibat dalam skandal korupsi yang masih berlanjut penyidikannya.

Frankie Fredericks yang juga termasuk sebagai anggota IOC, untuk sementara ini mengundurkan diri dari jabatannya sambil menunggu hasil pengembangan investigasi kasus tersebut.

Demikian halnya anggota senior IOC dan juga mantan ketua Komite Olimpiade Irlandia, Patrick Hickey membantah tudingan yang ditujukan kepadanya, karena melakukan penangguhan keterlibatannya dalam skandal penjualan tiket, dan pada September lalu ia resmi mengundurkan diri dari dewan eksekutif IOC.

Kuasa hukum atau pengacara Nuzman, Nelio Machado, Kamis (5/10), mengatakan kepada wartawan bahwa tudingan jual-beli suara tidak berdasar.

Kepolisian Federal Brasil menggerebek rumah Nuzman pada September lalu, dan kepolisian mengeluarkan tuduhan pidana bahwa Nuzman telah membayar uang suap dua juta dolar AS kepada putra Lamine Diack, mantan anggota IOC dari Senegal dan mantan kepala federasi atletik internasional (IAAF). Namun Diack maupun putranya membantah tudingan tersebut. 

Hakim Federal Brasil, Marcelo da Costa Bretas yang memiliki yurisdiksi untuk menangani kasus-kasus melibatkan kejahatan terhadap sistem keuangan nasional dan pencucian atau penyembunyian aset, memberi kuasa atas penangkapan tersebut, dan ia menilai bahwa bukti baru telah menunjukkan peran Nuzman dalam skema pembelian suara yang diduga "lebih relevan" daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Apresiasikan Berita

Komentar

:

Google-adsense-logo-125.png

POPULAR SPORT

Google-adsense-logo-125.png