iden

Ketua Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi (kiri), menyambut mantan pemain saat pertandingan persahabatan antara PSMS Medan dan Persib Bandung di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/03). (Antara Photo / Septianda Perdana) 

DELIK SPORT ● JAKARTA - Ketua Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, optimis bahwa klub sepak bola legendaris negara ini harus didukung untuk menggegas intensitas nasionalisme dan kembali membakar gairah kerinduan penggemar, setelah berlalu membungkam perasaan nostalgia.

Edy mengatakan rivalitas klasik antara klub legendaris seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSMS Medan, kembali direproduksi dan dipertemukan dalam laga pertandingan untuk mengenang kebangkitan PSSI ketika itu sebagai organisasi induk Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia yang menyelenggarakan ajang kompetisi tahunan antar kota/perserikatan.

"Saya ingin membangkitkan kembali gairah sepak bola Indonesia. Seperti di Medan, dalam pandangan saya memiliki banyak potensi pemain," kata Edy yang mengambil alih manajemen PSMS pada tahun 2015 ketika ia sebagai Pangdam Bukit Barisan. Demikian dirilis Jakarta Globe.

Seperti dikutip dari situs resmi Persib, ia percaya bahwa penggemar akan terhibur ketika melihat pertandingan klasik di televisi.

"Laga persahabatan Persib melawan PSMS terencana dikreasi untuk melihat kualitas persaingan klasik mereka," katanya setelah menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/03).

Juara bertahan Persib bermain di papan atas Liga 1, sementara PSMS bertengger diposisi kedua Liga 2 musim ini.

"Saya percaya liga ini akan memiliki keterlibatan yang kuat dari fans jika klub legendaris seperti Persib, Persebaya dan PSMS berkompetisi di tingkat yang sama pada 2018," kata Edy Rahmayadi, yang saat ini menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Edy kelahiran Sabang, Aceh berdarah Melayu Deli 56 tahun lalu itu, ternyata penggemar berat sepak bola, ia terpilih sebagai ketua PSSI pada November tahun lalu. Sejak itu, ia telah membawa perubahan untuk sepakbola Indonesia, seperti rebranding liga sebagai Liga 1 dan Liga 2 serta menandatangani mantan pelatih tim nasional muda Spanyol Luis Milla Aspas pada Januari untuk melatih tim nasional Indonesia

Apresiasikan Berita

Komentar

:

Google-adsense-logo-125.png

POPULAR SPORT

Google-adsense-logo-125.png
">