iden
Get Adobe Flash player

Iptek
Typography

Tim  AdAsia Holdings pada bulan Juli 2017, Singapura. (Foto: AdAsia) 

SINGAPURA ● Sebuah perusahaan teknologi AdAsia Holdings atau perusahaan periklanan yang berkembang pesat di Asia saat ini, telah menerima suntikan dana sebesar US$2.5 juta dari investor, Hisanori Watanabe dan perusahaan kurasi informasi, Gunosy (TKS:6047), berikut menuntaskan penggalangan dana pada putaran Seri A dengan kisaran US$14.5 juta.

CEO dan Pendiri AdAsia Holdings, Kosuke Sogo mengatakan, sejak penggalangan dana pertama sebesar US$12 juta oleh JAFCO Asia pada bulan April 2017, perusahaan ini telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan marketing untuk menghubungkan pengiklan ke media penerbit dan influencer merk. Suntikan dana tersebut menurut dia dipergunakan untuk meningkatkan pengembangan mesin diluar marketing dan dunia periklanan.

“Kami akan terus tumbuh dalam industri marketing dan periklanan, serta mengembangkan produk kami. Kami juga percaya bahwa artificial intelligence (AI) akan hadir dimanapun dan menjadi bagian terpenting dari hidup kita, sebagaimana akan mengusung bisnis dan industri ini ke depan. Tentu saja dengan strategi mempertahankan kualitas produk yang sama untuk memberdayakan industri melalui penawaran yang mudah digunakan dan terintegrasi,” paparnya kepada delikpos.co.id, Jumat, (29/9/2017).

AdAsia Holding merupakan bagian dari investasi perusahaan kurasi informasi, Gunosy yang memungkinkan untuk mengakses unit iklan eksklusif pada perangkat aplikasi mobile Gunosy, dan perusahaan tersebut menyediakan format iklan native pada system OEM untuk AdAsia Holdings.

Kosuke Sogo, CEO dan co-founder AdAsia Holdings

Sementara itu Direktur dan CEO Gunosy, Yoshinori Fukushima mengatakan, hal ini merupakan kesempatan yang unik untuk bekerja sama dengan salah satu startup teknologi yang paling cepat berkembang di wilayah ini.

"Kemungkinan kita bermitra dan bergabung untuk berbagai macam penawaran dari kami di Jepang dan seluruh negara Asia," kata dia.

Demikian pula Hisanori Watanabe mengatakan, setelah bertualang di industri media dan teknologi di Asia selama lebih dari 20 tahun, ia berpendapat hal ini sulit untuk menemukan perusahaan seperti AdAsia Holdings.

"Visi yang bertujuan untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ini merupakan suatu konsep dalam lingkup industri untuk kemajuan perusahaan," ungkap mantan pendiri yang juga merangkap presiden dan CEO WebCrew Inc.

Kosuke Sogo juga menambahkan, bahwa keputusan untuk memilih kedua belah pihak sebagai investor, “melibatkan Watanabe dan perusahaan Gunosy pada tahap pengembangan," kata dia, "sebagaimana yang dimaksud dalam hal ini merupakan tindakan strategis, dan akses untuk meraih rancangan dan peluang bisnis yang lebih lanjut.”

Induk perusahaan ini berada di Singapura, mulai beroperasi pada bulan April 2016 lalu, dan saat ini memiliki 10 kantor perwakilan dari sembilan negara, diantaranya termasuk Indonesia, Vietnam, China, Kamboja, Hong Kong, Taiwan dan berikut ekspansi di Bangkok, Ho Chi Minh dan Tokyo.

Perusahaan tersebut memiliki jumlah karyawan lebih dari 170 orang dan lebih dari 300 klien dari berbagai negara. Ditambah lagi, AdAsia Holdings telah menghasilkan lebih dari US$12.9 juta di tahun 2016, dan beroperasi dengan profit sejak saat itu, berikutnya juga telah meninjau kenaikan sekitar 30 persen setiap kuarter di tahun 2017.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER