iden
Get Adobe Flash player

Iptek
Typography

Teknik reaksi berantai "polimerase", mampu mengungkap tabir kejahatan serius dalam tempo 48 jam. (Foto: Daily Mail) 

TEKNOLOGI ● Sebuah senjata kontemporer dalam menyingkap kasus kejahatan telah ditemukan tim forensik di Jepang. Para peneliti mengambil sampel DNA, dan ditemukan pada darah tersangka yang dihirup oleh nyamuk, terbukti dapat diidentifikasi dua hari kemudian.

Temuan ini memungkinkan peneliti menggunakan metode terbaru sebagai pembuktian untuk mengungkap kasus pembunuhan dan kejahatan serius.

Para peneliti di Nagoya University Jepang meriset dua spesies nyamuk, Pipiens Culex Pallens dan Aedes Albopictus. Peneliti meminta tujuh sukarelawan untuk membiarkan nyamuk tersebut menggigit mereka, dan setelah diketahui kuantitas volume darah yang dihirup oleh nyamuk, selanjutnya menunggu masa proses identifikasi DNA untuk mengetahui kontur profil manusia. 

Metode ini menggunakan teknik reaksi berantai yang disebut polymerase chain (PCR), alat standar dalam forensik untuk memperkuat fragmen (replikasi) DNA yang dapat dihasilkan dengan volume besar dalam rentang waktu relatif singkat, dan kemudian memeriksa hasilnya.

"Studi perdana ini secara sistematis menerapkan teknik DNA, profiling modern untuk analisis forensik sampel darah nyamuk," kata Toshimichi Yamamoto yang mempelopori penelitian.

Ia berharap temuan ini akan membantu penyidik ​​mengumpulkan bukti (puldata) autentik di TKP untuk memandu investigasi. 

"Kita perlu mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan metode ini dan mendapatkan data selengkapnya. Dengan metode kuantifikasi tentu lebih akurat, kita bisa memperkirakan waktu setelah nyamuk menyedot darah dengan tingkat akurasi target," ujar Toshimichi.

Menurut ahli Forensik dan Investigasi, Profesor Sains Glen Jackson dari West Virginia University bahwa teknik analisis rambut bisa mengungkap informasi penting tentang tersangka kejahatan.

Kemudian hari, seperti kalimat dikutip dari Daily Mail, metode ini dapat digunakan untuk menjerat pelaku dalam tempo 48 jam.

Helai rambut ungkap pembunuhan ribuan tahun
Analisis serat rambut bisa dijadikan sebagai data pelengkap bukti, dan menuntun investigasi penyelidik untuk menyingkap jati diri pelaku kejahatan kriminal.

Menurut analisis forensik, bahwa rambut dapat mengungkap usia seseorang, jenis kelamin, berat badan, dan serat makanan yang berpotensi menguraikan kejadian genosida ribuan tahun lalu.

Penelusuran jejak kasus dalam investigasi kejahatan dan kekerasan (jatanras) yang di selaraskan dengan pemeriksaan forensik, mikroskopis dari warna rambut, ketebalan dan kelengkungan dapat mengidentifikasi tersangka sehingga langsung menginteraksi penyidik ke TKP.

Pantauan terkini dari Departemen Kehakiman AS bahwa 90 persen dari kesaksian rambut yang dijadikan bukti penguji di pengadilan pidana, kesimpulannya menghasilkan pernyataan keliru. Sebaliknya, hasil tes DNA adalah standar terkemuka dan terbaik saat ini sebagai alat bukti penguji yang sah dalam suatu perkara tindak pidana kekerasan dan genosida.

Ketika sebuah riset reaktor penelitian menggunakan kromatografi cair pada radioaktif isotop (spektrometri), para peneliti berhasil mengukur rasio isotop dengan volume 21 asam amino yang ditemukan pada helai rambut. 

Para ahli telah mengidentifikasi 15 radioaktif isotop yang dianggap relevan dengan helai rambut, dan menghasilkan informasi akurat tentang kebiasaan gaya hidup individu tertentu untuk menggerai peristiwa lampau.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER