iden

Kementerian Pariwisata mempresentasikan produk kopi spesial di Festival Kopi Indonesia-Sarawak di Kuching, Malaysia, pada tanggal 28-30 Juli. (Reuters / Philippe Wojazer) 

JAKARTA ● Kementerian Pariwisata mempromosikan kopi spesial di Festival Kopi Indonesia-Sarawak yang berlangsung pada tanggal 28-30 Juli di Kuching, Malaysia. Acara tersebut merupakan upaya diplomatik untuk mempromosikan budaya, tradisi dan pariwisata Indonesia.

"Potensi Indonesia dengan berbagai jenis kopi adalah sebagai salah satu minuman terfavorit, dan juga merupakan suatu keuntungan luar biasa bagi bangsa kita," kata I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Selasa.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara, Rizki Handayani menambahkan bahwa kopi telah menjadi pilihan gaya hidup bagi masyarakat global, termasuk Indonesia,"Kopi Indonesia sekarang sudah mendunia," kata dia.

Dia juga menambahkan bahwa sudah saatnya negara melakukan "diplomasi kopi" untuk membangkitkan kualitas label yang unik.

"Festival Kopi Indonesia-Sarawak diharapkan menjadi acara reguler untuk mempromosikan kopi Indonesia, karena kedua negara menggemari budaya minum kopi," imbuh Rizki.

Menurut risalah dari Kementerian Pertanian bahwa Malaysia telah mengimpor 106.555 ton kopi dari Indonesia pada 2015.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia, Jahar Gultom mengatakan acara formal tersebut dihadiri produsen kopi, petani, pemasok dan distributor dari Medan (Sumatera Utara), Bandung (Jawa Barat), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Lampung.

"Saya harap acara ini akan mempromosikan dan memperkenalkan budaya minum kopi kepada masyarakat Sarawak, menciptakan nilai tambah untuk memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Malaysia," kata dia.

Bertajuk "Kombinasi Kopi, Budaya dan Persahabatan", seperti diberitakan Jakarta Globe, Festival tersebut menyajikan biji kopi Indonesia dari produsen terbaik dan berkualitas kepada seluruh pengunjung yang bisa langsung mencicipi dan membeli kopi favorit tersebut dengan harga spesial.

Indonesia menuju kuliner favorit dunia, demikian gaung yang disuarakan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

"Pertumbuhan sektor kuliner yang mencapai 4,5 persen per tahun, dan telah menyumbang Rp 208,6 triliun ($ 15,6 miliar) untuk perekonomian nasional tahun lalu. Juga menciptakan 3,7 juta lapangan pekerjaan," jelas Arief memungkas.

Apresiasikan Berita

Komentar

:

Google-adsense-logo-125.png

POPULAR INFOTAINMENT

INFO TERBARU

Copyright© 2017
Google-adsense-logo-125.png