iden
Get Adobe Flash player

Gaya Hidup
Typography

Ilustrasi 

LIFESTYLE ● KESEHATAN - Diet minuman soda dan minuman pemanis buatan lainnya selama proses relaksasi kehamilan dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan bayi, menurut sebuah laporan baru penelitian.

Peneliti Kanada mempelajari 3003 ribu ibu hamil yang melahirkan sehat antara 2009 dan 2012 telah menyelesaikan instrumen kuesioner (penelitian) diet selama kehamilan. Mereka kemudian meneliti bayi saat berusia satu tahun, hampir 30 persen ibu hamil mengkonsumsi pemanis buatan selama proses kehamilan.

Relaksasi bagi para ibu yang sedang mengandung maupun pasca melahirkan dalam rentang usia, durasi menyusui, ibu perokok, ibu diabetes, pengenalan makanan bergizi dan faktor-faktor lain, bahwa ditemukan perbandingan dengan ibu hamil yang tidak mengkonsumsi minuman diet. Mereka yang mengkonsumsi, rata-rata diet satu kaleng soda sehari, dua kali lipat berisiko memiliki kelebihan berat badan ketika bayi berusia satu tahun. Demikian dikutip The New York Times.

Menurut Studi JAMA Pediatrics, tidak menemukan hubungan berat badan dengan kelahiran bayi, namun menunjukkan dampaknya ketika Postnatal (sesudah melahirkan), bukan pertumbuhan janin. Artinya, ibu yang mengkunsumsi minuman manis tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kegemukan bayi.

"Ini adalah sebuah asosiasi, dan bukan hubungan sebab akibat," kata Meghan B. Azad, asisten profesor di Universitas Manitoba, Kanada.

Dia menjelaskan, tentu menimbulkan pertanyaan apakah pemanis buatan tidak berbahaya. Ini bukan waktunya untuk melarang mereka atau memberitahu semua orang untuk tidak mengkonsumsinya. 

"Tetapi tidak ada manfaatnya untuk mengkonsumsi minuman ini, jadi tidak ada salahnya menghindari untuk tidak mengkonsumsi," kata Meghan.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER