iden
Get Adobe Flash player

Lintas Negara
Typography
DELIKPOS.ID • IRAK - Serangkaian peristiwa di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir, ISIS menggelar penerapan Hukum Syariah di Niniwe yang terletak di tepian timur sungai Tigris dan merupakan ibu kota kerajaan Asiria purba. Situs kota purbakala ini terletak tepat di seberang kota Mosul, di Provinsi Ninawa, Irak.

Negara Islam Irak dan Syam (The Islamic State of Iraq and Syria) dikenal sebagai Negara Islam, merupakan sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah.

Kelompok ini dalam bentuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin dan Al-Qaeda di Irak (AQI), termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku Irak yang mengaku Sunni.

Pelaku pencurian yang telah terbukti, dieksekusi amputasi tangan. (foto: dailymail)ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen.

Awal tahun ini, ISIS telah merilis beberapa dokumen pada media sosial, memaparkan aturan Hukum Pidana Negara Islam yang dinilai tidak sewajarnya dan diterapkan di seluruh wilayah ISIS yakni Suriah dan Irak.

Dokumen berjudul "Klarifikasi Hudud", berisi daftar hukuman terhadap pelaku tindak kejahatan di Negara Islam berdasarkan penafsiran radikal kelompok ekstrimis dalam muara hukum pidana syariah.

Seluruh vonis hukuman dilakukan usai sidang di pengadilan Negara Islam. Setelah dibacakan tuntutan tersebut, tahanan diarak ke pusat kota untuk dieksekusi.

Kaum pria dan anak laki-laki dari segala usia secara aktif dipicu untuk berkumpul menyaksikan eksekusi.

Seorang pejuang Negara Islam kemudian membacakan dakwaan terhadap pelaku sebelum hukuman dilaksanakan di depan publik.

Semua bentuk penghujatan terhadap Islam akan dieksekusi, demikian pula jika melakukan pembunuhan, mata-mata, murtad atau sodomi akan dihukum mati.

Siapapun yang terbukti bersalah melakukan tindak kejahatan khususnya pembunuhan dan mencuri akan dihukum mati dengan cara disalib.

Sorotan foto terhadap pelaku dengan mata tertutup dan tangan terikat. (foto: dailymail)Seorang militan ISIS dilaporkan mengaku memberikan obat Moaz al-Kasasbeh jelang eksekusi sehingga pelaku tidak merasakan kesakitan. Demikian petikan rilis Daily Mail.

Hukum pidana Negara Islam ala ISIS juga menyatakan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah dan tertangkap melakukan tindak pidana pencurian, maka tangan kanan dan kaki kiri mereka akan diamputasi.

Hukuman yang mengerikan ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat mengidentifikasi kejahatan yang telah dilakukan.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER