iden
Get Adobe Flash player

Regional
Typography

Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) Kecamatan Karimun jenis (type) perawatan. (Aryandra / delikpos.co.id) 

KARIMUN ● Rapat kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau membahas konsep perencanaan kebijakan dan strategi kesehatan tahun 2018, dan juga turut serta mensukseskan program Kementerian Kesehatan untuk proses penilaian akreditasi rumah sakit.

Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun. Secara konvensional memberikan pelayanan preventif, promotif dan kuratif melalui upaya kesehatan perorangan maupun masyarakat untuk menjamin akuntabilitas pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi menegaskan, saat ini ada enam puskesmas yang menjadi atensi untuk penilaian syarat kebakuan atau kriteria pengakuan. Pada November 2017 ini, dimana proses penilaian eksternal oleh Komisi Akreditasi atau Perwakilan di Provinsi sudah masuk tahap akhir untuk menilai apakah system manajemen mutu dan system penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Kita prioritaskan enam puskesmas tersebut untuk terakreditasi, walaupun mengalami berbagai kendala kesulitan," kata dia.

Ia juga mengutarakan, Puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus terakreditasi sesuai Permenkes 99 Tahun 2015, tentang pelayanan kesehatan dalam jaminan kesehatan nasional.

"Apabila puskesmas belum terakreditasi, maka demikian akan sulit untuk bekerjasama dengan BPJS," jelas Rachmadi.

Sementara, persoalan instrumen Puskesmas saat ini menurut Bupati Karimun, Aunur Rafiq, masih belum dilengkapi fasilitas pengobatan kesehatan. Ia juga menjelaskan, berkaitan dengan para medis khususnya dokter, untuk di beberapa Kecamatan masih terbatas.

"Di daerah kita ini masih kekurangan dokter-dokter PTT (pegawai tidak tetap), kemungkinan insentif yang kita berikan dinilai rendah dan tidak mencukupi kebutuhan," tutur Rafiq kepada Wartawan, Selasa (10/10/2017).

Rafiq berharap pada 2018 nanti untuk insentif bagi dokter-dokter PTT dihitung kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan serta letak wilayah. 

"Untuk insentif para dokter tahun depan dapat disesuaikan berdasarkan letak wilayah kerjanya," papar Bupati Karimun.

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER