iden
Get Adobe Flash player

Nasional - Politik
Typography

Seorang polisi berpose untuk pemeriksaan medis di Kepolisian Blitar di Jawa Timur pada Maret 2016. (Antara Photo / Irfan Anshori). 

DELIK POS ● JAKARTA - Polisi Republik Indonesia (Polri) telah sepakat untuk melakukan perubahan dan peningkatan kinerja mereka setelah Transparency International Indonesia (TII), merilis hasil survei bahwa institusi kepolisian sebagai lembaga paling korup kelima di Indonesia.

"Kami menghargai hasil survei. Kami berjanji untuk meningkatkan dan mendapatkan kepercayaan publik," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen. Rikwanto di Jakarta, Kamis (9/3).

Hasil survei sebenarnya merupakan perbaikan dari sebelumnya, juga oleh Transparency International Indonesia (TII) pada 2013, ketika polisi disebut sebagai lembaga yang paling korup di Indonesia.

"Kami telah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan polisi, menyediakan perumahan dan tunjangan kesejahteraan," tambah Rikwanto yang lulusan Akpol 1988.

Lembaga ini juga telah menerapkan sistem yang efektif 'reward and punishment', perhargaan kepada penegak hukum yang bersih dan berprestasi, serta menindak tegas terhadap oknum penegak hukum yang korup.

"Kami telah menangkap beberapa dari petugas korup dalam sebuah operasi," kata seorang perwira senior.

Polisi menghimbau kepada lapisan masyarakat untuk melaporkan upaya pemerasan, pungli atau jenis kejahatan yang dilakukan oleh oknum polisi tanpa rasa takut. Demikian dirilis Jakarta Globe.

Transparency International Indonesia dalam sebuah survei mewawancarai lebih dari 1.000 responden untuk usia 18 tahun keatas dari 31 provinsi di Indonesia yang bertajuk 'Global Corruption Barometer 2017'.

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER