iden
Get Adobe Flash player

Nasional - Politik
Typography

 Satuan Polisi Indonesia (FPU VIII), ditahan di Bandara Al Fashir karena diduga mencoba menyelundupkan sejumlah besar senjata dan amunisi pada Januari. (Photo Reuters / Jose Cabezas).

DELIK POS ● JAKARTA - Anggota Satuan Polisi perdamaian PBB dari Indonesia, Formed Police Unit VIII, kembali dari Sudan pada Minggu pagi (5/3) setelah mereka ditahan di Al Fashir, ibukota Darfur Utara, karena diduga mencoba menyelundupkan sejumlah besar senjata dan amunisi.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah di Darfur Utara menyebutkan pasukan polisi Indonesia yang tergabung dalam misi menjaga perdamaian (UNAMID) di Darfur ditangkap pada hari Jumat (20/1) lalu waktu setempat di Bandara Al Fashir, Sudan, karena diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi yang disamarkan seperti mineral berharga.

Satuan Polisi perdamaian Indonesia awalnya dijadwalkan untuk kembali pada 21 Januari.

Polri dan Departemen Luar Negeri membentuk tim investigasi berdasarkan Misi PBB (UNAMID) di Darfur untuk menyelidiki kasus ini.

Hasil penyelidikan dan investigasi tidak terbukti bahwa anggota Satuan Polisi perdamaian PBB dari Indonesia, Formed Police Unit VIII melakukan seperti apa yang telah dituduhkan terhadap mereka. 

Sementara itu, berdasarkan berita yang dikutip dari Jakarta Globe, pemerintah Sudan memungkinkan kontingen satuan kepolisian tersebut untuk kembali ke Indonesia.

Menurut pernyataan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), bahwa Formed Police Unit (FPU) VIII telah difitnah. Lebih lanjut Kompolnas menambahkan, FPU VIII diakui oleh PBB sebagai kontingen terbaik UNAMID.

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER