iden
Get Adobe Flash player

Nasional - Politik
Typography

 Pertambangan tembaga dan emas Grasberg yang dioperasikan oleh anak perusahaan Indonesia dari Freeport-McMoRan Inc, terletak 4.285 meter di atas permukaan laut, di dekat Timika, Provinsi Papua. (REUTERS/M Agung Rajasa/Antara).

DELIK POS ● JAKARTA - Perusahaan pertambangan Amerika Serikat Freeport-McMoRan mengatakan bahwa larangan ekspor tetap diberlakukan di pertambangan tembaga di Indonesia yang kedua terbesar di dunia itu, karena belum mencapai kesepakatan izin pertambangan baru dengan pemerintah, Jumat(10/2).

Pejabat pemerintah sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka mengeluarkan izin pertambangan baru untuk Freeport dan berikut mengajukan permohonan izin ekspor.

Pemerintah Indonesia memastikan kebijakan larangan ekspor mineral dalam bentuk konsentrat pada 12 Januari untuk meningkatkan industri smelter di Indonesia. Sementara Freeport mengatakan penangguhan akan mengurangi produksi dari tambang Grasberg sekitar 70 juta pound tembaga per bulan.

Berbasis di Arizona Phoenix, Freeport akan terus bekerja dengan pemerintah, tetapi hanya menyetujui izin pertambangan baru dengan perlindungan fiskal dan hukum yang sama dalam kontrak saat ini, kata juru bicara Eric Kinneberg.

"Kondisi ini perlu dan penting untuk rencana investasi jangka panjang (Freeport Indonesia)," kata dia melalui pesan surel. 

Dia mengatakan bahwa pembatasan ekspor bertentangan kontrak yang mengikat secara hukum, demikian rilis Reuters.

Diharapkan izin baru akan membutuhkan Freeport membayar pajak dan royalti (sebelumnya dibebaskan), dan divestasi hingga 51 persen unit usaha di Indonesia, dari 30 persen sebelumnya. Untuk saat ini, telah divestasi 9,36 persen.

Freeport telah memperingatkan harus memangkas produksi Grasberg dan plus mengurangi 30.000 tenaga kerja, jika tidak mendapatkan izin ekspor baru pada pertengahan Februari.

Ekspor Grasberg dilarang selama enam bulan pada 2014 selama sengketa pajak. Perusahaan setuju untuk membayar royalti yang lebih tinggi, divestasi lebih dari sejumlah unit usaha di Indonesia, dan membayar $ 115 juta dolar dalam smelter baru.

"Izin pertambangan baru Freeport akan berlaku sampai 2021, dengan opsi perpanjangan. Apakah mereka setuju atau tidak, kita lihat saja nanti," kata Ditjen Batubara dan Mineral, Bambang Gatot Ariyono.

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER