iden
Get Adobe Flash player

Korupsi
Typography

Proyek fisik, jalan dan perumahan kontrakan milik oknum MY. (foto:dok) 

DELIK POS ● BATAM - Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum Senator DPRD Kota Batam berinisial MY, mendapat sorotan dari Ketua LSM Barelang Yusril Koto. Tiga paket proyek fisik jalan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batam dialirkan ke perumahan kontrakan milik pribadinya di Kampung Jabi Kelurahan Batu Besar Nongsa Batam, Kepulauan Riau.  

"Seharusnya pengalokasian proyek jalan tersebut diperuntukan kepentingan publik, ternyata dialokasikan untuk kepentingan pribadi," jelas Yusril.

Ketua LSM Barelang Yusril Koto, memperkarakan temuan tersebut kepada Kejari Batam atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang di lakukan oleh MY selaku anggota legislatif DPRD Kota Batam. Kualifikasi yuridisnya merupakan delik korupsi yang dilakukan oknum MY berupa 3 (tiga) proyek fisik jalan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batam sebesar Rp1.807.665.012 miliar, ternyata dialokasikan ke lokasi perumahan kontrakan yang dijadikan untuk milik pribadi.

"Jelas, tujuannya untuk menguntungkan diri sendiri yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara seperti dimaksud di dalam pasal 3 UU No. 20 Tahun  2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ungkapnya.

Berdasarkan monitoring, tidak terdapat rumah milik warga diseputar lokasi tersebut. Semula lahan itu berupa hutan dan semak belukar yang kemudian dibelah terbagi dua melalui jalan bouksit, sebagaimana diketahui menggunakan dana APBD 2014 Dinas PU Batam dengan nilai paket pagu anggaran sebesar Rp498.647.751 juta yang dikerjakan oleh kontraktor CV Minang Batuah.

Selain lokasi tersebut dikelilingi ilalang, terlihat sederetan sebanyak 6 unit rumah type 38 minimalis yang sudah dihuni dan 6 unit lagi dalam tahap penyelesaian, dan juga sudah dibangun jalan semen paving dengan sumber dana yang sama.

Selain perbuatan oknum MY yang tak tanggung-tanggung itu, Yusril mengatakan, tedapat muara tambang pasir ilegal miliknya yang berada di ujung jalan bouksit menuju rumah kontrakan. Saat ini sedang dilakukan pengerjaan peningkatan jalan berupa pengecoran, juga menggunakan dana APBD 2016 Dinas PU Kota Batam dengan nilai paket pagu anggaran sebesar Rp1.140.000.000 miliar yang dikerjakan kontraktor CV Tri Dimensi Sinergi.

“Oknum MY dengan kedudukannya sebagai anggota dewan diduga telah mempengaruhi pejabat dinas PU dan dinas tata kota serta Ketua Panitia Musrenbang Kecamatan Nongsa sehingga ke-3 paket proyek jalan itu dialokasikan untuk kepentingan pribadi,” ulasnya.

Perbuatan melawan hukum secara formil maupun materiil, menurut faktor regulasi dan peraturan perundang-undangan kata Yusril, patut untuk ditindaktegas, "Ketidaktegasan sanksi dan ancaman pidana kepada yang bersangkutan dalam regulasi ini, dipersonafikasikan bagai "macan bergigi dua", bila diterkam sakitnya hanya sebentar dan sirna berlalu. Maka sanksi hukum yang tegas harus diterapkan," paparnya kepada delikpos.id, Rabu (12/10). ● Tanjung

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER