iden
Get Adobe Flash player

Korupsi
Typography

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu, Filpan Fajar Darmawan Laia, SH, MH (Foto: Al Bustomi) 

DELIK POS ● KARIMUN - Setelah menahan Kepala Seksi Pembangunan (Kasipem) Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur berinisial IR sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi proyek pembangunan 75 unit rumah Suku Duane di Kundur senilai Rp 2,4 milyar, Kejaksaan Negeri Cabang Tanjung Batu melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun, Rabu (26/4/2017). 

Penggeledahan tersebut guna memperoleh data penunjang proses penyidikan, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pengerjaan proyek pembangunan rumah tinggal bagi Suku Duane di Kecamatan Kundur, yang menggunakan dana bansos tahun 2014 lalu.

Menurut Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu, Filpan Fajar Darmawan Laia, penggeledahan tesebut dilakukan karena dinilai selama ini pihak Dinsos kurang koperatif dalam memberikan data yang diminta kejaksaan.

"Jauh hari kita sudah meminta kepada pihak Dinsos Karimun memberikan data terkait kasus yang kami tangani, namun selalu data yang berikan tidak sesuai dengan yang kami minta. Maka dari itu kita turun langsung dan menemukan data yang selama ini kami minta," jelas Filpan, usai memimpin penggeledahan.

Dia mengatakan, hasil dari penggeledahan yang berlangsung selama  4 jam tersebut, tim dari Kejaksaan Cabang Tanjungbatu dengan pengawalan polisi, menyita 85 dokumen dan 2 unit CPU dari ruangan bemdahara dan PPTK.

"Dari penggeledahan ini kami mendapatkan data penunjang pelengkap penyidikan yang selama ini kami minta. Yaitu 85 dokumen dalam bentuk surat yang terdiri dari RKA, DPA dan SPJ serta surat-surat lain berkaitan dengan kegiatan suku Duane di Kundur. Serta 2 unit CPU dari ruang bendahara dan PPTK,"  katanya.

Filpan juga mengatakan, tujuan penggeladahan untuk mempercepat proses penyidikan sehingga tidak mengganggu aktifitas pelayanan publik pihak terkait. Dipastikan dari pengembangan penyidikan pihaknya akan menetapkan tersangka baru dari kasus ini.

"Tujuan kita untuk mempercepat proses penyidikan supaya tidak mengganggu aktifitas pelayanan yang lain, karena kita perkirakan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka baru terkait kasus ini," ungkapnya..

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat Kundur sekitar pertengahan 2015 lalu. Bahkan pertengahan 2015 pihak kejaksaan Tanjungbatu sudah melakukan upaya preventif agar tersangka melakukan perbaikan dalam mengelola kegiatan, namun tidak direalisasikannya.

Kemudian pihak Kejaksaan Tanjungbatu menahan Kepala Seksi Pembangunan (Kasipem) Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur berinisial IR yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi proyek pembangunan 75 unit rumah Suku Duane di Kundur.

Mekanismenya ada penyerahan uang secara tunai kepada penerima hibah kepada Ikatan Keluarga Duane Kundur (IKDK). Uang tersebut dikeluarkan secara langsung dan dimasukkan dalam rekening pribadi tersangka. Pertanggungjawaban SPJ juga belum diketahui. IR tidak bisa membuktikan pemakaian uang selama ini dengan total Rp 2,4 miliar itu.

Tersangka terjerat tindak pidana korupsi dengan pasal 'primadona',  Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukuman seumur hidup. Sementara itu, IR bukan pelaku tunggal, ada pelaku lain yang diduga ikut terlibat. ● bus

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER