iden

Jatanras
Typography
DELIK POS • BATURAJA - Tiga anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan terlibat kasus perkelahian dan terancam pidana, walaupun mereka sudah berdamai namun kasus tetap berlanjut.

 

"Ketiga oknum anggota dewan yang tersandung hukum itu adalah YR dari Fraksi Golkar, MG fraksi PAN dan SE dari fraksi PKS sama-sama sudah sepakat damai, namun kasusnya tetap diproses," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Dover Christian di Baturaja, Kamis (5/11).

Menurut Kapolres, ketiga anggota dewan yang saling baku hantam itu bisa saja berdamai, tetapi proses hukum akan terus berjalan karena hal tersebut sudah termasuk muara pidana.

"Kami sekarang sedang mendalami laporan ketiga wakil rakyat itu dan mencari bukti-bukti di lokasi kejadian depan sekretariat DPD Golkar OKU pada Senin (2/11). Apalagi ada keterangan saksi mata menyebutkan bahwa dalam perkelahian yang tak seimbang tersebut ada tersangka menggunakan senjata tajam untuk melukai lawannya," kata Kapolres.

Menurut dia, sekarang pihak polres masih terus memeriksa para saksi mata dan mencari barang bukti lainnya.

Berdasarkan yuridis, katanya, ketiga tersangka akan dijerat pasal berbeda, yakni YR dikenakan pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan korbannya terluka dengan ancaman lima tahun penjara.

Tersangka MG dan SE dijerat pidana pasal 170 ayat 2 tentang pengeroyokan atau penganiayaan yang menyebabkan korbannya terluka dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

"Jika terbukti menggunakan senjata tajam, maka pasal yang dijerat ke MG dan SE bisa berlapis yakni UU darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara," ungkap Kapolres.

Mengenai ketiga tersangka wakil rakyat itu belum dilakukan penahanan, menurut Kapolres, akan dilakukan setelah proses pemeriksaan para saksi selesai dan barang bukti sudah dihimpun.

Diantara tersangka, YR masih dirawat intensif di RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja. Sedangkan MG dan SE masih dinas ke luar kota dalam rangka mengikuti bimbingan teknis.

Sementara, baku hantam yang melibatkan para wakil rakyat OKU tersebut ternyata menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Ketua Pemuda Pancasila OKU, Wahyu dan anggota LSM Sriwijaya Coruption Wacth, Anrizal berharap aparat kepolisian menegakkan aturan seadil-adilnya agar bisa memberikan efek jera bagi yang lain. ant

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER