iden
Get Adobe Flash player

Jatanras
Typography

SIAK,DELIKPOS.CO.ID - Kerapnya tindakan asusila yang melibatkan oknum PNS mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Kementerian yang menaungi PNS ini meminta pejabat pembina kepegawaian (PPK) mengambil tindakan tegas sebagaimana yang diatur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

"Kalau benar ada oknum pejabat BKD di Siak melakukan tindakan asusila dan bahkan sampai direkam hingga tersebar di masyarakat, itu sangat memalukan dan menginjak-injak kode etik aparatur negara," kata Sesmen PAN-RB Tasdik Kinanto di Jakarta, Sabtu (16/11).

Dia menegaskan, pemerintah sudah mengatur sanksi bagi pelanggaran disiplin pegawai di dalam PP 53 Tahun 2010. Bahkan Bapek pun sudah beberapa kali memecat PNS yang melakukan tindakan indisipliner seperti bolos, perselingkuhan, korupsi, makar, dan pencabulan.

"Seorang pejabat daerah merupakan pejabat publik yang tindak-tanduknya menjadi contoh bagi masyarakat. Ketika yang bersangkutan melakukan tindakan tidak bermoral, sudah sepatutnya yang bersangkutan diberikan tindakan tegas," ujarnya.

Tindakan pencopotan jabatan oleh Bupati Siak menurut Tasdik, merupakan langkah cepat. Namun, hal ini harus diproses lanjut. Apabila yang bersangkutan terbukti melakukan perbuatan mesum dengan bukan pasangan resminya, sudah selayaknya diberikan sanksi berat.

"Semua tindakan indisipliner ada sanksinya. Bapek akan memprosesnya juga. Kalau pelanggarannya berat, sanksinya ya pemecatan dengan tidak hormat," tukasnya.

Video Mesum Kepala BKD Siak
Nama Kepala BKD Siak Drs Prawira Rafadi MSi menjadi santer perbicangan di kalangan pegawai dan juga masyarakat dalam beberapa hari ini. Perbincangan itu menyebar, akibat berdarnya video asusila yang mirip dengan yang bersangkutan.

Seperti diberitakan Jpnn Group, mantan sekretaris BKD ini mengaku tak mengetahu jika video asusila yang bereda itu adalah dirinya.

"Demi Allah bukan saya," tegas Prawira.

Pemberitaan dan juga tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya adalah pelaku dalam video itu membuatnya tertekan. Diakui dia, pascaberedarnya video itu, ditambah dengan pemberitaan yang menyebar luas begitu cepat, dirinya seolah-olah merasa dikucilkan. Dia terus dituding sebagai pelakunya.

Setelah tertimpa masalah itu, Prawira langsung mengajukan surat pengunduran diri kepada bupati Siak Drs H Syamsuar MSi sebagai kepala BKD. Hal itu disampaikan saat bertemu bupati, Kamis (14/11) malam.

Pengunduran diri yang dilakukannya itu, untuk menfokuskan dalam penyelesaian yang dihadapi. "Demi kelancaran tugas dan tanggungjawab pekerjaan, makanya saya mundur, lebih menfokuskan pada penyelesaian masalah saya ini," sebut dia.

Ia pun enggan berspekulasi terhadap pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkannya dan menggambik keuntungan dari musibah yang dialami. Menurut dia, semuanya itu akan dijalaninya dengan sepenuh hati, termasuk dengan dinonjobkannya jabatannya.

"Saya ikhlas kok," sebut dia.

Namun Bupati Siak, Provinsi Riau, Syamsuar, mengakui bahwa aktor video syur itu adalah Kepala BKD Siak Prawira. Ia mengaku langsung memanggil yang bersangkutan. Saat dicecar sang bupati, Prawira mengaku dirinya merasa ada dikasih sesuatu oleh sang perempuan sehingga perbuatan itu terjadi di luar kendalinya.

"Kejadian ini sangat memalukan. Sangat kita sayangkan dan sangat menyakiti kita semua," kata Syamsuar, Jumat (15/11).

Prawira kini sudah langsung dinon-jobkan. Syamsuar bahkan langsung menunjuk Plt BKD Pemkab Siak, agar tugas-tugas pemerintahan tidak sampai terganggu dengan kasus tersebut. jpnn

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER