iden
Get Adobe Flash player

Jejak Kasus
Typography

Tim reaksi cepat Western Fleet Quick Response (WFQR), Lanal Batam menggagalkan penyelundupan beras impor dari Singapura Ke Batam, Minggu (18/9/2016). (foto:dok)

Lanal Batam Dinilai Tak Profesional Menyikap Proses Hukum    

DELIK POS ● BATAM - Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL, tim reaksi cepat Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama TNI AL IV/Tanjungpinang memiliki segudang prestasi dalam penegahan penyelundupan dan kejahatan di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Selain prestasi WFQR TNI AL yang pernah tercatat di Naval Today, baru-baru ini diiringi keberhasilan menegah Kapal KM Mulya Abadi di perairan Sungai Belian Batam.

Pasintel Lanal Batam, Mayor Laut (S) Taufan Bagus Wicaksono, beberapa waktu lalu dalam rilisnya membenarkan penangkapan kapal tersebut, berangkat dari Singapura menuju Batam, Minggu (18/9/2016) pagi sekira pukul 07.00 WIB.

“Sudah kita amankan, namun tidak dilengkapi dokumen,” kata dia.

Ia menguraikan, kapal tersebut mengangkut puluhan ton beras impor bermerek cap "anak terbang" yang akan melakukan bongkar muat di pelabuhan rakyat di kawasan Belian.

“Kapal itu diketahui milik Saleh Thoubah,” kata Wicaksono.

Selain puluhan ton beras impor, petugas mengamankan 15 orang yang terdiri dari nakhoda bernama Idris (Kapten Kapal), empat anak buah kapal (ABK), serta sepuluh orang lainnya yang ditugaskan untuk bongkar muat barang.

Seperti diberitakan sebelumnya "Jika Hukum sebagai Panglima, Mabes TNI-AL Diminta Tegas Berantas Penyelundup di Batam", Ketua LSM Barelang Yusril Koto menyayangkan langkah yuridis Lanal Batam menetapkan status nakhoda Idris sebagai tersangka, sementara Saleh Thoubah sebagai penyewa kapal yang juga bertanggung jawab penuh atas ke-90 ton beras bermerek "anak terbang" dan gula impor itu hanya berstatus saksi.

"Diminta Lanal Batam serius untuk mendalami kasus ini," harapnya.

Dia menduga adanya sejumlah oknum Lanal Batam terlibat bermain dengan kartel penyelundup barang impor.

Pemilik kapal KM Mulya Abadi GT 34 Nomor 58/RRd, Rusli, mengaku memiliki dokumen kapal.

"Dokumen kapal itu lengkap, tak mungkin orang berani sewa kalau tak ada dokumen," jelasnya. ● Tanjung

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER