iden
Get Adobe Flash player

Jejak Kasus
Typography

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, menyampaikan rilis penangkapan dukun cabul yang beraksi di Karimun. (delikpos.co.id / Al Bustomi).  

KARIMUN ● Setelah melakukan aksi penipuan berkedok dukun di Karimun, Ismail (32) ahirnya berhasil diamankan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun di Tembilahan, Riau. Tersangka ditangkap atas dugaan melakukan penipuan berkedok dukun, dengan mencabuli keponakan salah seorang pasiennya yang masih perawan berinisial AP.

Pencabulan tersebut di lakukan tersangka pada bulan Mei 2017 lalu,  dengan dalih sebagai salah satu syarat penyembuhan terhadap FT, karena masih adanya benda ghaib yang tertanam di dalam tubuh FT. Tersangka menjalankan aksinya di rumah kontrakannya di daerah Kolong, Karimun, Kepulauan Riau.

Dari pengakuan Ismail kepada Polisi, dirinya mendapat ilmu perdukukan dari almarhum ayahnya, yang juga seorang dukun di Kampungnya di Tembilahan, Riau.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan, modus pelaku melakukan pencabulan untuk syarat pengobatan terhadap pasiennya yakni FT yang berobat kepadanya.

"Tersangka menyediakan jarum dalam tasnya, kemudian ia memijit-mijit pasiennya dan pura-pura mengeluarkan jarum dari dalam tubuh pasiennya. Berdalih masih ada benda yang tertanam di tubuh pasiennya, tersangka meminta syarat perempuan yang perawan untuk mengeluarkan benda teesebut," kata Lulik, saat melakukan rilis di Mapolres Karimun, Selasa (29/8/2017).

Barang bukti berupa keris, ratusan jarum,tanah kuburan, kain kafan dan sebotol minyak yang digunakan pelaku sebagai dukun / Photo: Al Bustomi

Karena ingin sembuh dan tanpa rasa curiga terhadap sang dukun, FT membawa keponakannya AP ke rumah kontrakan tersangka di daerah Kolong. Selanjutnya  sang dukun cabul meminta kepada korban untuk masuk kedalam kamar prakteknya dan menyuruh memakai mukenah tanpa sehelai pakaian apapun.

"Tersangka memakaikan mukenah ke pada korban, tapi dalam mukenah korban tidak mengenakan pakaian," terang Lulik.

Masih menurut Lulik, setelah itu, Korban diminta untuk berbaring terlentang dengan mata ditutup kain oleh tersangka dan tidak mengeluarkan suara apapun apalagi memberontak, karena akan menggagalkan ritual.

"Tersangka mengancam korban agar tidak mengeluarkan suara, karena akan menggagalkan ritual tersebut. Tersangka mengatakan akan ada boneka yang akan di keluarkan dari dalam tubuh korban, saat itulah korban di setubuhi oleh tersangka hingga pagi," jelas Lulik kepada wartawan.

Pagi harinya, untuk meyakinkan pasiennya, mukenah dan boneka yang di sebut keluar dari dalam tubuh Ap, dibuang ke Laut oleh Tersangka, agar penyakit hanyut bersama air laut.

"Paginya, tersangka membuang mukenah dan boneka kelaut, juga sebagai syarat pengobatan," pungkas Lulik.

Atas tindakannya tersangka di jerat pasal 81 ayat 1, jo Pasal 82 ayat 1, jo pasa 76 E undang-undang RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-udang RI Nomor 23 tahun tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara 15 tahun penjara.

 

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER