iden
Get Adobe Flash player

Jejak Kasus
Typography

Sejumlah warga Telaga Tujuh  turun ke kapal TB Snow Garden (TK Tokyo Bay 1206) yang sedang beroperasi di perairan pesisir Talaga Tujuh, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. ( Foto: Dok / Delik POS). 

DELIK POS ● KARIMUN - Urgensi eksploitasi pengerukan pasir laut yang notabenenya pendalaman alur guna pembangunan galangan kapal (shipyard) untuk kepentingan PT Grace Rich Marine dinilai menyalahi aturan dan peraturan standar kelayakan operasional ruang gerak, oleh masyarakat Telaga Tujuh (Kolong), Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Menurut petikan dokumen yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun sebagai pengendali dan pengawasan, atas dasar surat permohonan dari PT Pelayaran The Nasional Global Nomor: 1299 / TNG - TBK / 2017, telah memberikan persetujuan operasi kepada kapal TB Snow Garden (TK Tokyo Bay 1206) untuk bergerak dari PT Karimun Marine Shipyard ke PT Grace Rich Marine dari 7 Maret 2017 hingga 8 Maret 2017.

Pentingnya pelestarian lingkungan hidup guna melindungi sumber daya alam, memicu kepedulian warga setempat untuk mempertanyakan keberadaan kapal tersebut disekitar perairan Telaga Tujuh (Kolong) yang dianggap telah meresahkan, karena melakukan eksploitasi pengerukan mineral pasir laut tanpa adanya pemberitahuan, persetujuan dan sosialisai.

"Kami dari perwakilan masyarakat berserta pemuda turun ke kapal, bermaksud mempertanyakan keberadaan kapal tersebut apakah untuk berlabuh atau beroperasi. Ternyata temuan kami, kapal tersebut beroperasi sekitar sepuluh hari dan telah melakukan eksploitasi pasir laut," papar Atah Syamsudin, tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, kata dia, PT Pelayaran The Nasional Global dan PT Grace Rich Marine dinilai telah menyalahi aturan dan ketentuan olah gerak dan zonasi wilayah pesisir atau lintas batas perairan yang telah ditentukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan.

"Seharusnya perusahaan tersebut beroperasi di ruang gerak yang telah ditentukan," ujarnya.

Kasi KSOP Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Syahrinaldi.(Foto: Tanjung)Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KSOP), Syahrinaldi mengatakan kepada delikpos.co.id, selaras keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor: BX - 79 / PP 2017, memberikan izin kepada PT Grace Rich Marine untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan dalan rangka pendalaman alur dan kolam guna kepentingan pembangunan galangan kapal (shipyard).

"Diberikan izin operasi kepada perusahaan tersebut dengan batas perairan wilayah pesisir kecamatan meral karimun, dan area pengerukan pada titik koordinat yang telah ditentukan," jelasnya, Senin (13/3/2017).

Setelah adanya temuan dan laporan dari masyarakat Telaga Tujuh Kecamatan Karimun, Syahrinaldi mengatakan, pihak kami melakukan crosschek dilapangan, ternyata kapal tersebut benar beroperasi di wilayah pesisir yang dimaksud, dan tidak termasuk zonasinya.

"Kami juga telah mempertanyakan kepada pihak perusahaan tersebut, ternyata tidak ada persetujuan dan belum melaksanakan sosialisai tentang analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), maka perusahaan tersebut dianggap telah menyalahi aturan dan pengoperasian kapal terpaksa kami hentikan," tandasnya.

Sementara itu perwakilan dari pihak perusahaan mengaku atas segala perkeliruan yang telah dilakukan, namun belum menyatakan pertanggungjawaban sepenuhnya.

Seluruh elemen masyarakat Telaga Tujuh, Ketua RT dan RW selaku perangkat desa beserta tokoh masyarakat dan pemuda berikut kelompok nelayan pesisir telah melakukan pertemuan dalam rangka konsolidasi pada forum simposium di balai pertemuan, Jumat (24/3/2017).

"Mosi rapat, kami sepakat dan searah untuk mempertanyakan pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan melalui surat yang akan dicetuskan, senin depan," jelas Adrison, tokoh pemuda setempat. ● Tanjung

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER