iden

Opini
Typography

OPINI, DELIKPOS.ID Ditengah derasnya desakan presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengumumkan kabinetnya pasca pelantikan presiden, akhirnya presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama “Kabinet Kerja”. Dengan berbusana serba putih, presiden Jokowi memberikan makna filosofis kepada para pembantunya tersebut agar dalam melaksanakan tugas-tugasnya harus bersih dan tidak korupsi.

Disamping itu juga, ada sesuatu hal yang menarik saat presiden Jokowi memanggil nama menteri-menterinya, presiden Jokowi menyuruh menteri tersebut untuk berlari, hal ini berarti bahwa Jokowi menyuruh kepada para menteri agar dapat bekerja secara cepat untuk mengejar ketertinggalan negara ini dari negara lainnya. Meskipun kementerian dalam pemerintahan Jokowi berjumlah 34 sama seperti pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tetapi ada terdapat beberapa kementerian baru sesuai dengan visi dan misi presiden Jokowi.

Adapun kementerian-kementerian baru tersebut, yakni seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Apabila melihat beberapa kementerian baru tersebut, tentunya ada yang patut kita apresiasi dan ada pula sebagai suatu kemunduran. Akan tetapi, terlepas dengan kontroversi tersebut, postur kabinet dengan 4 Kementerian Koordinator dan beberapa kementerian baru lainnya dalam pemerintahan Jokowi, pastilah dibentuk dengan pertimbangan yang matang dan penuh perhitungan. Hal ini mengingat, untuk membentuk kementerian baru haruslah melalui proses waktu yang tidak dapat dikatakan cepat. Terlebih lagi, membentuk kementerian baru, pastilah secara langsung harus menyediakan pos anggaran setiap tahunnya dikementerian tersebut.

Sesuai dengan visi dan misi presiden Jokowi, maka sektor kemaritiman dan sektor pendidikan mendapat perhatian yang lebih dalam pemerintahan Jokowi. Tentu saja hal ini tidak terlepas dengan tujuan presiden Jokowi, yakni dalam sektor kemaritiman, presiden Jokowi akan memberdayakan potensi kekayaan laut serta membuat tol laut. Di sektor pendidikan, presiden Jokowi ingin membentuk karakter bangsa sebagaimana dalam agenda revolusi mental, maka dibuatlah kementerian untuk mengembangan pembangunan manusia.

 

Kerja Nyata

Boleh saja presiden Jokowi mempunyai keinginan yang tinggi dalam mencapai segala tujuannya, akan tetapi segala janji-janji presiden Jokowi cepat atau lambat bila tidak tercapai, maka rakyat pun akan segera menagih janji pemimpinnya tersebut. Rakyat, baik yang memilih atau tidaknya sebagai presiden Jokowi, tentunya mempunyai hak untuk menagih janji presiden Jokowi.

Terlebih lagi, kabinet kerja yang telah terbentuk juga harus membuktikan kerja nyata sebagai pembantu presiden dan bertanggung-jawab secara langsung kepada orang nomor satu di republik ini.

Kerja nyata dalam kabinet kerja adalah sebuah kata yang semestinya patut menjadi cerminan bagi pemerintahan baru. Hal ini bukanlah sebuah isapan jempol belaka apabila selama ini para pejabat negara di dalam sebuah pemerintahan kita hanya bisa berbicara saja tanpa berbuat banyak dan bekerja nyata.

Sebagai sebuah nama kabinet kerja, maka sudah tentu presiden Jokowi mengharapkan para menteri dalam kabinetnya untuk kerja, kerja dan kerja. Sebagai sebuah kabinet kerja, sudah tentu pejabat yang mengemban amanah tersebut haruslah benar-benar bekerja.

Menjadi pertanyaan besar kita, seperti apakah bentuk dan ukuran kerja yang dimaksudkan di dalam kabinet pemerintahan Jokowi? Bukanlah bermaksud mendiskreditkan kapabilitas para menteri-menteri kabinet kerja presiden Jokowi, tetapi apabila kerja yang tidak menghasilkan produktifitas dan berubah ke arah yang lebih baik, pantaskah juga dikatakan sebagai kerja?

Oleh karenanya, tentu saja sebagai rakyat kita menanti kerja nyata dari para kabinet kerja presiden Jokowi.

Bahkan, dalam masa kerja 100 hari pemerintahan Jokowi, pastinya ada kerja nyata dan produktif yang dibuat oleh kabinet kerja untuk dapat membuat negeri ini menjadi lebih baik dan menjadikan rakyat sejahtera. Andryan

Alumnus FH.UMSU
Mahasiswa Magister Hukum USU

Apresiasikan Berita

Komentar

:
Google-adsense-logo-125.png

BULETIN POPULER